Dalam homili, pastor menyampaikan orang penyakit kusta dianggap sebagai hukuman Tuhan dan simbol ketidakmurnian. Penderita kusta diisolasi dari masyarakat dan dianggap najis. Namun, Yesus menunjukkan kasihnya kepada penderita kusta yang bertentangan dengan pandangan umum pada zaman itu, yang
Yesus sembuhkan adalah pandangan kita tentang Allah dengan cara mencintai sesama.