
Misa Keluarga Sekolah Santa Maria Pekanbaru dalam naungan Yayasan Prayoga Riau, Sabtu, (10/7/23) di gereja Santa Maria a Fatima, dan dipimpin oleh Pastor Riduan Naibaho, Pr.
Dalam keluarga dibutuhkan cinta. Cinta kadang kala di luar logika karena cinta mampu menuntun pada kegembiraan. Dua orang yang saling mencinta dipersatukan menjadi suami istri bukan karena sempurna, namun penuh dengan kekurangan. Di dalam kekurangannya, suami istri telah dipersatukan oleh Allah dan tidak boleh diceraikan manusia.
Kita yang dipersatukan dengan ketidaksempurnaan dipanggil oleh Allah untuk tetap setia. Kesetiaan itu hanya dimiliki orang yang terhormat. Dengan kata lain, orang yang tidak terhormat tidak akan memiliki kesetiaan. Kesetiaan itu pun harganya mahal. Dan hanya dimiliki oang-orang terhormat, bukan orang-orang egois. Bukan juga melihat diri dari kesenangan dan kegoisan semata. Maka dibutuhkan kedewasaan sikap untuk menyikapi permasalahan tersebut.
Dalam kekurangan keluarga, ada cinta suami istri dan anak-anak. Keluarga adalah tempat untuk berkembang dalam kasih dan syukur.
Mari saling melayani, mengampuni, dan mengasihi secara tulus serta rendah hati. Hendaknya tiap-tiap keluarga memancarkan kegembiraan, pengampunan dan kelemahlembutan. Hal ini pun akan berdampak pada pelayanan terbaik kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan di unit kita masing-masing.